Medina 105.3 FM

Biaya Perawatan Pasien Corona di RI: Bisa Rp 16,5 juta Per Hari

Medinafm (Garut) – Pasien COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah hingga kini. Teraktual, ada 25.773 kasus positif. 7.015 di antaranya sudah sembuh, dan 1.573 pasien meninggal dunia.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto, mengungkapkan seluruh biaya perawatan pasien COVID-19 akan ditanggung Kementerian Kesehatan dan pemda setempat.

Lantas, berapa besar biaya yang dikeluarkan pemerintah hingga saat ini?

Kementerian Keuangan sebelumnya telah membuat surat edaran terkait rincian biaya perawatan pasien COVID-19 yang ditanggung pemerintah.

Di sana tertulis, biaya paling murah perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit adalah Rp 7,5 juta per hari. Dengan catatan, pasien ini tidak memiliki penyakit komorbid atau penyerta, dan dirawat tanpa ventilator dan ruangan bertekanan tinggi.

Sementara, biaya paling mahal adalah Rp 16, 5 juta per hari. Dengan catatan, pasien ini memiliki komorbid dan dalam kondisi berat, sehingga ditempatkan di ruang ICU dan menggunakan ventilator.

Simulasi:

Apabila disimulasikan, biaya terendah perawatan seluruh pasien COVID-19 di RI saat ini sekitar Rp 52,6 miliar dalam sehari. Angka itu didapat dari kasus aktif (17.170) dikali biaya perawatan terendah, Rp 7,5 juta.

Lalu, apabila disimulasikan dengan biaya rawat terendah, total yang ditanggung pemerintah per hari adalah Rp 283,3 miliar.

Kritik Anggota DPR

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyoroti perbedaan mencolok biaya perawatan pasien COVID-19 di Indonesia dengan Singapura. Di Indonesia biaya perawatan seorang pasien berkisar antara Rp150 juta hingga Rp215 juta. Sedangkan di Singapura hanya Rp61 juta hingga Rp82 juta.

“Perbedaannya sangat signifikan. Makanya saya kira, ada baiknya pemerintah melalui gugus tugas melakukan evaluasi terhadap biaya tersebut. Apakah biaya yang mahal ini wajar dan sudah sesuai dengan fasilitas perawatan ?,” kata Rahmad Handoyo.

Ia bisa memaklumi biaya perawatan pasien COVID-19 bertambah mahal karena para pasien yang sudah cukup sehat pun masih harus tertahan di rumah sakit. Sebab, harus menunggu hasil diagnosa PCR atau polymerase chain reaction (Kumparan.Com)

Exit mobile version