Mengenal Penyakit Asam Urat dan Pengobatannya

Medinafm (Garut) – Penyakit asam urat atau gout adalah sejenis penyakit sendi yang terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah. Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan keluar melalui urine. Tetapi dalam kondisi tertentu, tubuh dapat menghasilkan asam urat dalam jumlah berlebih atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat, sehingga asam urat menumpuk dalam tubuh.

rematik-asam-urat-alodokter

Penumpukan asam urat akan membentuk kristal di sendi, yang dapat memicu nyeri dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh. Meskipun umumnya terbentuk di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu saluran kemih.

Walaupun disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), tidak semua penderita hiperurisemia terserang penyakit asam urat. Faktanya, hanya 1/3 penderita hiperurisemia saja yang mengalami penyakit ini.

Gejala Asam Urat

Gejala penyakit asam urat umumnya berupa nyeri sendi mendadak dalam waktu singkat (akut), kemudian hilang dalam beberapa hari, dan muncul lagi setelah 6 atau 12 bulan. Dalam beberapa kasus, penderita penyakit asam urat mengalami gejala kronis, akibat serangan asam urat berulang yang terjadi dalam kurun waktu yang lama.

Pada asam urat akut, nyeri hanya terjadi pada satu atau beberapa sendi, seperti di jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki. Gejala akan terasa parah selama 2 hari pertama, dan bisa berlangsung hingga 10 hari. Umumnya penderita akan merasakan nyeri hebat yang muncul mendadak saat malam hari. Selain itu, sendi yang terasa nyeri akan terlihat merah, bengkak, dan akan sangat sakit meski hanya tersentuh sedikit. Beberapa penderita asam urat akut juga mengalami deman selama nyeri menyerang.

Sedangkan pada asam urat kronis, gejala yang muncul adalah nyeri disertai radang sendi yang terjadi berulang, dan bisa mengakibatkan kerusakan sendi permanen, di mana sendi tidak bisa bergerak normal. Selain di ibu jari kaki, nyeri juga terjadi pada banyak sendi di tubuh, seperti siku, jari dan pergelangan tangan, serta tumit.

Penyebab Asam Urat

Purin adalah zat yang secara alami dihasilkan tubuh, tapi juga terdapat di beberapa jenis makanan. Untuk mengurai zat purin, tubuh akan secara alami menghasilkan asam urat. Sebagian besar asam urat dibuang melalui urine, dan sebagian lainnya dibuang melalui feses.

Pada penderita penyakit asam urat, kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal. Kondisi ini bisa terjadi bila tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat, atau tubuh sulit membuang kelebihan asam urat.

Bila berlangsung dalam waktu lama, asam urat yang menumpuk dalam tubuh dapat membentuk semacam kristal tajam di sendi, sehingga menimbulkan nyeri, radang, bahkan pembengkakan.

Faktor Risiko Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat lebih sering menimpa pria, terutama dalam rentang usia 30-50. Meski demikian, wanita juga dapat mengalami penyakit ini, terutama setelah masa menopause.

Beberapa faktor lain yang dapat memicu naiknya kadar asam urat dalam darah adalah:

  • Memiliki keluarga yang juga menderita penyakit asam urat.
  • Baru saja mengalami cedera atau menjalani operasi.
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna).
  • Mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula.
  • Menggunakan obat, seperti diuretik, aspirin, ciclosporin, dan beberapa obat kemoterapi.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.

Pengobatan Asam Urat

Penanganan penyakit asam urat adalah dengan pemberian obat-obatan, untuk meringankan gejalanya dan mencegah penyakit kambuh kembali. Jenis obat yang biasanya diresepkan dokter untuk menangani penyakit asam urat adalah colchicine dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Pada pasien yang tidak bisa mengonsumsi kedua obat tersebut, dokter akan meresepkan kortikosteoid.

Pada pasien yang mengalami beberapa kali serangan asam urat dalam setahun, atau mengalami nyeri hebat akibat penyakit ini, dokter akan meresepkan obat lain untuk mencegah komplikasi. Jenis obat yang digunakan pada kasus di atas adalah allopurinol. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam urat di tubuh. Jenis obat lain yang juga dapat diberikan adalah obat untuk meningkatkan pembuangan asam urat berlebih dari tubuh seperti probenecid.

Untuk mencegah serangan asam urat kembali terjadi, pasien akan disarankan untuk menghindari makanan berkadar purin tinggi, dan mengurangi minuman tinggi gula serta minuman beralkohol. Pasien juga akan dianjurkan untuk memenuhi asupan protein dengan mengonsumsi susu rendah lemak, serta rutin berolahraga untuk mencapai dan menjaga berat badan ideal.

Komplikasi Asam Urat

Penderita penyakit asam urat harus mewaspadai komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit ini, di antaranya:

  • Munculnya benjolan keras (tofi). Tofi terbentuk akibat penumpukan kristal asam urat di bawah kulit, dan dapat muncul di beberapa area tubuh, seperti jari, tangan, siku, kaki, dan di sekitar mata kaki. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, tofi bisa membengkak dan mengeras saat serangan asam urat terjadi.
  • Asam urat kambuh. Pada sejumlah kasus, serangan asam urat bisa terjadi beberapa kali dalam setahun. Bila dibiarkan tidak tertangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengeroposan dan kerusakan pada sendi.
  • Penyakit batu ginjal. Kristal asam urat bisa menumpuk di saluran kemih, dan menyebabkan batu ginjal. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.