Siswa Dilarang Sekolah Bawa Handphone, Ibu Bupati Setuju

Medinafm.id (GARUT) – Himbauan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut agar siswa tidak membawa handphone saat di sekolah, disambut baik oleh Ibu Bupati Garut Hj Diah Kurniasari Gunawan. Dirinya, sangat setuju dengan kebijakan dinas pendidikan tersebut.

“Saya setuju dengan kebijakan Disdik soal larangan bawa handphone, ini demi kepentingan anak juga di masa yang akan datang,” jelas Diah.

Diah yang juga Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut menuturkan, dirinya pun saat ini telah menerapkan kebijakan Disdik tersebut untuk anaknya yang saat ini masih duduk di kelas 1 SMP.

“Anak saya juga yang SMP tidak bawa handphone ke sekolah, pulang pergi juga naik angkot,” katanya.

Menurut Diah, dari handphone, terutama yang android, banyak yang bisa dilakukan anak diluar pengawasan orangtua. Terutama, jika anak bisa mengakses media sosial. Sementara, orangtua tidak bisa terus menerus melakukan kontrol terhadap penggunaan handphone anaknya.

“Orangtua harus sadar larangan ini demi kebaikan anak-anak kita semua, pasti sudah ada kajian dari Disdik sebelum mengeluarkan kebijakan ini,” katanya.

Diah meyakinkan, sebagai ketua P2TP2A, dirinya bersama pengurus yang lain banyak menangani kasus-kasus hukum yang melibatkan anak. Rata-rata, semua kasus berawal dari penggunaan handphone android yang tidak terkontrol oleh orangtua, termasuk penggunaan media sosial.

“Kalau anak punya akun medsos, coba dipantau, apa yang dilakukan mereka di Medsos, lihat juga jejaring pertemanannya di Medsos,” jelasnya.

Sebagai orangtua, Diah mengaku mempunyai kekhawatiran yang sama dengan orangtua lain soal anak. Terutama, soal pergaulan anak jaman sekarang, apalagi pertemanan di media sosial yang sifatnya maya dan bisa berasal dari daerah manapun.

“Di Medsos itu, banyak kepalsuan yang bisa saja diterima mentah-mentah oleh anak sebagai sebuah kebenaran, ini juga jadi tantangan buat kita sebagai orangtua,” jelasnya.

Diah pun mengajak kepada semua orangtua untuk bisa lebih meningkatkan komunikasi dengan anak dan semua anggota keluarga agar semua permasalahan yang dihadapi anak bisa dipecahkan bersama keluarganya.

“Orangtua harus bisa lebih membuka diri kepada anaknya, agar anak bisa terbuka ke orangtua, kalau komunikasinya jalan baik, insyaAllah tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, anak juga tidak akan mencari figur lain di luar,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.