HOOLAHOOP @hoolahoopmusic Merilis Album Terbaru Bertajuk, NIRMANA

HOOLAHOOP - JAGA JARI

 

Bandung, 12 April 2018 – Selang setahun dari rilisnya album “Nirmana” dalam format digital, Hoolahoop akhirnya meluncurkan album fisiknya pada 13 April 2018. Acara dari perilisan ini akan diadakan di Ngopilok, Play House – Gudang Selatan No.22, Bandung. Pada acara perilisan kali ini, menitik beratkan pada pembahasan lebih dalam mengenai detil konsep fisik dan produksi pada album “Nirmana” ini. Tepat di tanggal tersebut, para Hoolabalang yang sebelumnya telah memesan dan bagi yang ingin memiliki album tersebut sudah dapat dibeli dengan pilihan paket yang disajikan.

Dalam waktu setahun mengerjakan album fisik yang berbetuk boxset, diakui Aris sang vokalis penuh dengan hal menyenangkan. Seperti diketahui, Nirmana merupakan album kedua Hoolahoop. Di album kedua ini, Hoolahoop ingin ada sesuatu yang jauh berbeda dengan album pertama. Mereka pun menggandeng beberapa seniman lokal untuk mengerjakan Album boxset Nirmana ini.

“Alot tapi seru sih, karena ini album kedua jadi lebih banyak eksplorasi dibanding album pertama. Proses album fisik agak panjang karena memang visual menjadi penting banget buat kami di album kedua ini. Bekerja sama dengan desainer dan seniman-seniman hebat memperkaya album fisik Nirmana ini. Lega disaat akhirnya kami bisa mengimplementasikan musik terhadap visual. Album fisik Nirmana ini menjadi album musik yang bisa dinikmati bersama visualnya,” ungkap Aris.

Pada acara perilisan ini diundang pula para seniman-seniman yang turut terlibat dalam pembuatan album “Nirmana”, baik dari kalangan musisi hingga pelaku industri kreatif lainnya. Antara lain yang akan hadir dalam acara tersebut dari rekan musisi adalah Fariz Alwan dari Parahyena, dan Alan Davison dari Lamebrain. Untuk bahasan mengenai produksi artwork dan video clip adalah Aprinaldi Wiratman aka Bibierdakiller sebagai fotografer, Aulia Akbar aka Besot sebagai desainer grafis yang membuat logo-logo pada album “Nirmana”, dan Irsan sebagai videographer/sutradara pada video musik “Jaga Jari” yang juga akan dirilis pada hari yang sama.

Selain pembahasan secara detil bagaimana proses kreatif hingga terciptanya album fisik “Nirmana” ini dengan para pelaku industri kreatif beserta para seniman yang turut terlibat, akan juga dihadirkan para responden yang akan memberikan sudut pandangnya terhadap album tersebut, antara lain Awan Yudha sebagai Music Director Ardan Radio dan jurnalis musik senior, Idhar Resmadi.

Berbeda dengan album sebelumnya, album “Nirmana” menyuguhkan warna musik rock yang lebih segar. Bentuk ekplorasi dan eksperimen pada pemilihan sound juga aransemen sangat terasa pada album ini. Secara musikalitas album ini lebih mewakili karakter dari setiap personilnya. Garis besar lirik yang coba disampaikan pada album ini memiliki tema sosial, yang meliputi hubungan-hubungan sosial sampai isu-isu sosial yang hangat terjadi namun tetap dibalut dengan ringan.

Konsep besar album “Nirmana” adalah sebuah kesatuan dari keberagaman unsur yang terdapat di dalamnya, meliputi para personil yang menaungi juga karya-karya yang diciptakan. Nirmana digagas menjadi titel dari album ini untuk mewakili keharmonisan dari berbagai unsur tersebut. Berisikan 13 track, Hoolahoop memproduksi sekaligus memproduseri album ini bekerja sama dengan salah satu studio rekaman ternama di Bandung, Red Studio.

“Sebuah tantangan bagi kami sendiri untuk dapat memproduksi album tanpa produser, ini liar! Beruntungnya kami semua dapat mensinergikan ide-ide gila yang bertebaran dan semua diracik dengan manis dengan bantuan sound engineer jenius bernama Hadiyan” – Tama (drummer).

Berselang 5 tahun dari rilisan pertama “Hari Untuk Berlari” dalam format mini-album, album “Nirmana” merupakan album penuh yang pertama kali dirilis. Dengan diluncurkannya album ini, Hoolahoop memantapkan diri untuk menjadi band rock yang siap menggempur kembali kancah permusikan dunia.

“Kurasi album ke-2 Hoolahoop ini sangat apik. Soal musik, mereka menjajal batas-batas terliar dari yang bisa dibayangkan. Tanpa mengorbankan harmoni ringan yang menjadi ciri khas mereka. Nilai tambahnya, mereka menulis lirik yang bukan hanya bikin kita singalong, tapi juga bikin thinkalong. Ini nutrisi luar dalam.” Pim – Lovely Lolita / Journalist, Kata Data

“Hoolahoop mengagetkan! Saya cukup terkaget-kaget denga tingkat craftsmanship produksi mereka secara sound; belum di-mixing pun sudah terasa kalau mereka memang serius memberikan perhatian khusus di tahap recording raw. Hasilnya adalah pure rock album yang menandakan transisi mereka ke sound yang lebh dewasa: agresif, modern, tapi tetap catchy-playful dengan sedikit sentuhan psychedelia disana-sini. Flow songlistnya pun sangat dinamis dan tidak bikin bosan, in a really good way!” – Dea HMGNC / KVASSA